Shalat Gerhana Matahari (Makna Shalat Gerhana Matahari, Hukum Shalat Gerhana Matahari, serta Tata Cara Shalat Gerhana Matahari)

                      السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ




Selamat datang pembaca setia Sumber Ilmu   
Tanggal 9 Maret 2016 bakal ada Gerhana Matahari Total lohh 

Sebelumnya kalian tau gak sihh apa Gerhana Matahari itu? dan apakah ada Shalatnya dalam Islam?

Baiklah langsung saja tanpa Basa Basi, karena semua yang Basi itu tidak enak apalagi jika dimakan
Langsung aja deh gan dan sist kita Cekidot Buka Spoiler di bawah


1.
Apa Sih Gerhana Matahari Itu?
Gerhana matahari adalah suatu peristiwa dimana bulan melintas di antara bumi dan matahari sehingga kedudukan matahari, bulan dan bumi terletak pada satu garis lurus sehingga menyebabkan cahaya matahari yang jatuh ke bumi terhalang oleh bulan. Gerhana matahari akan terjadi pada siang hari.


2.
Apa saja sih macam Gerhana Matahari?
Berdasarkan bentuknya, gerhana matahari dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:
1. GERHANA MATAHARI SEBAGIAN / GERHANA MATAHARI PARSIAL IST Dinamakan gerhana matahari sebagian karena hanya sebagian permukaan matahari saja yang ditutupi bulan. Perlu diketahui bahwa terdapat 2 jenis bayangan bulan, yaitu umbra dan penumbra. Pada saat terjadi gerhana matahari sebagian, ini berarti tempat di bagian bumi tersebut sedang ditutupi oleh penumbra dan hanya sebagian dari permukaan matahari yang ditutupi oleh bulan. Karena ukuran bulan yang relatif kecil, maka bayangan yang dihasilkannya pun relatif kecil. Sehingga wilayah bumi yang tertutupi penumbra hanya memiliki garis tengah kurang lebih 3000 km sedangkan wilayah yang tertutupi umbra hanya sekitar 269 km.
2. GERHANA MATAHARI TOTAL IST Gerhana matahari total hanya terjadi selama beberapa emnit saja. Ini disebabkan karena gerakan bayangan bulan yang sangat cepat. Rekor gerhana matahari terlama yang pernah tercatat dalam sejarah adalah gerhana matahari total yang terjadi di Samudra Atlantik dan Afrika pada 30 Juni 1973, yaitu selama 7,2 menit. Sedangkan di Indonesia sendiri, gerhana matahari total terlama yang pernah terjadi adalah pada 11 Juni 1983, yaitu selama 5,4 menit. Proses terjadinya gerhana matahari total ini diawali dengan tertutupinya permukaan matahari oleh bilan sedikit demi sedikit sehingga menyebabkan ukuran permukaan matahari menjadi tampak kecil. Kemudian umbra mulai menutupi daerah tersebut sehingga menyebabkan seluruh permukaan matahari menjadi tertutui oleh bulan dan umbra (bayangan bulan). Setelah berlangsung beberapa menit, maka umbra akan bergeser sehingga terjadi gerhana matahari parsial. Dan gerhana matahari akan berakhir saat penumra meninggalkan tempat tersebut.
3. GERHANA MATAHARI CINCIN Gerhana matahari cincin ini akan terjadi jika terdapat bagian tengah permukaan matahari yang tertutupi oleh bulan dan bagian tepinya tidak. Pada gerhana matahari cinicn ini, bayang - bayang inti bulan tidak terlihat sampai ke bumi sehingga permukaan matahari terlihat seperti bentuk cincin.


3.
Apakah Melihat Gerhana Matahari secara langsung bisa membuat BUTA ?
Asal kamu tahu saja, mata kita ini seperti diagframa pada kamera. Ada bagian mata kita yang bisa melebar dan menyempit. Namanya pupil. Pupil ini berfungsi untuk menyaring jumlah cahaya yang memasuki mata. Kalau suasana sekitar kita gelap, maka diameter pupil mata kita membesar sampai 8mm. Kalau di siang hari yang terang, biasanya diameter pupil mata kita mengecil sampai dengan 2 mm. Nah, kalau mata kita melihat cahaya yang sangat terang, pupil bisa mengecil sampai 1,6 mm.

Pupil mata manusia tak mampu menghalangi pancaran cahaya matahari yang begitu terang. Tahukah kamu, kalau dihitung, cahaya langsung dari matahari itu harus dilemahkan 50 ribu kali supaya bisa diterima oleh pupil mata manusia. Kalau tak dilemahkan, orang yang melihat langsung ke arah matahari besar kemungkinannya menjadi buta. Gerhana Matahari Melihat gerhana sebaiknya dengan menggunakan alat, seperti teleskop.

Saat terjadi gerhana matahari , memang cahaya matahari tertutup oleh bulan, sehingga cahaya di sekitar alam menjadi redup. Tetapi meskipun cahaya matahari itu tertutup, pancaran cahayanya tak berkurang sedikit pun, hanya ukurannya saja yang menyusut. Dan ketika kita mendongak ke atas menatap matahari, yang terjadi adalah pupil mata kita belum sempat bereaksi.
Akibatnya, cahaya matahari yang masuk ke mata berlebihan sehingga membuat mata kita bisa menjadi buta. Jadi, sebaiknya saat gerhana maupun tak ada gerhana, kita tidak menatap matahari secara langsung. Gunakanlah alat bantu, seperti teropong, teleskop, kamera, atau instrumen optik lain untuk melihatnya. Sebab, di situ ada lensa yang dapat memusatkan cahaya. Nah, sebaiknya kamu jangan pernah melihat gerhana matahari dengan mata telanjang. Semoga kamu tidak menatap langsung sinar matahari, ya. Berbahaya untuk kesehatan matamu.


Bagaimana Sih Cara Shalat Sunnah saat Gerhana Matahari ?
Shalat gerhana dilakukan sebanyak dua raka’at dan ini berdasarkan kesepakatan para ulama. Namun, para ulama berselisih mengenai tata caranya.
Ada yang mengatakan bahwa shalat gerhana dilakukan sebagaimana shalat sunnah biasa, dengan dua raka’at dan setiap raka’at ada sekali ruku’, dua kali sujud. Ada juga yang berpendapat bahwa shalat gerhana dilakukan dengan dua raka’at dan setiap raka’at ada dua kali ruku’, dua kali sujud. Pendapat yang terakhir inilah yang lebih kuat sebagaimana yang dipilih oleh mayoritas ulama. (Lihat Shohih Fiqh Sunnah, 1: 435-437)
Hal ini berdasarkan hadits-hadits tegas yang telah kami sebutkan: “Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan bahwa pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah terjadi gerhana matahari. Beliau lalu mengutus seseorang untuk menyeru ‘ASH SHALATU JAMI’AH’ (mari kita lakukan shalat berjama’ah). Orang-orang lantas berkumpul. Nabi lalu maju dan bertakbir. Beliau melakukan empat kali ruku’ dan empat kali sujud dalam dua raka’at. (HR. Muslim no. 901) “Aisyah menuturkan bahwa gerhana matahari pernah terjadi pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit dan mengimami manusia dan beliau memanjangkan berdiri. Kemuadian beliau ruku’ dan memperpanjang ruku’nya. Kemudian beliau berdiri lagi dan memperpanjang berdiri tersebut namun lebih singkat dari berdiri yang sebelumnya. Kemudian beliau ruku’ kembali dan memperpanjang ruku’ tersebut namun lebih singkat dari ruku’ yang sebelumnya. Kemudian beliau sujud dan memperpanjang sujud tersebut. Pada raka’at berikutnya beliau mengerjakannya seperti raka’at pertama. Lantas beliau beranjak (usai mengerjakan shalat tadi), sedangkan matahari telah nampak.” (HR. Bukhari, no. 1044)

Ringkasnya, tata cara shalat gerhana -sama seperti shalat biasa dan bacaannya pun sama-, urutannya sebagai berikut.
[1] Berniat di dalam hati dan tidak dilafadzkan karena melafadzkan niat termasuk perkara yang tidak ada tuntunannya dari Nabi kita shallallahu ’alaihi wa sallam dan beliau shallallahu ’alaihi wa sallam juga tidak pernah mengajarkannya lafadz niat pada shalat tertentu kepada para sahabatnya.
[2] Takbiratul ihram yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa.
[3] Membaca do’a istiftah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaherkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah: جَهَرَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – فِى صَلاَةِ الْخُسُوفِ بِقِرَاءَتِهِ “Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menjaherkan bacaannya ketika shalat gerhana.” (HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901)
[4] Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya.
[5] Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan ’SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANA WA LAKAL HAMD’
[6] Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama.
[7] Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya.
[8] Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal).
[9] Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.
[10] Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.
[11] Tasyahud.
[12] Salam.
[13] Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jama’ah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo’a, beristighfar, sedekah, dan membebaskan budak (Jika Berjama'ah). (Lihat Zaadul Ma’ad, Ibnul Qayyim, 349-356, Darul Fikr dan Shohih Fiqih Sunnah, 1: 438)


Video Tata Cara Shalat Sunnah Gerhana Matahari
Baiklah bagi kalian yang masih bingung, yuk coba kita tonton video di bawah ini


Baiklah Sekian Dulu dari Admin, semoga Bermanfaat, Jangan lupa di SHARE

Dan Visit terus Sumber Ilmu biar hidup kalian lebih berwarna

1 Response to "Shalat Gerhana Matahari (Makna Shalat Gerhana Matahari, Hukum Shalat Gerhana Matahari, serta Tata Cara Shalat Gerhana Matahari)"

  1. thanks infonya gan, artikelnya sangat bagus, jangan lupa kunjungi website kami kembali ^^

    ReplyDelete

5d47d7c0ff65a2220400ec2d356bea0c56e4cd435e97a570ad